Notification

×

Iklan

Iklan

Transmigran Sukses Kelola Sawit, Wamen Viva Yoga Dorong Replanting untuk Keberlanjutan Usaha

Minggu, 14 Desember 2025 | Desember 14, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-12-15T01:41:20Z


Bunggo – Kunjungan Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi ke Kawasan Kuamang Kuning, Desa Karya Harapan Mukti, Kecamatan Pelepat Ilir, Kabupaten Bungo, Jambi, pada Sabtu (7/12/2025) menampilkan keberhasilan nyata para transmigran dalam mengelola perkebunan sawit. Kawasan yang dibuka sejak tahun 1985 itu kini menjelma menjadi pusat pertumbuhan ekonomi berbasis komoditas sawit. 

Salah satu warga, Erwin Taufan, menceritakan bagaimana nasib keluarganya berubah setelah orang tuanya pindah dari Sragen, Jawa Tengah, melalui program transmigrasi. Ia mengakui dirinya mungkin tidak memiliki masa depan cerah bila orang tuanya tidak ikut transmigrasi. Kini, sebagai generasi kedua transmigran, ia mengelola delapan hektar lahan sawit dan bisa mendapatkan sekitar Rp15 juta dari setiap dua hektar per bulan. Penghasilan itu membuat kehidupan keluarganya jauh lebih sejahtera, terlihat dari rumah yang lebih layak dan fasilitas hidup yang semakin memadai.

Keberhasilan tersebut tidak hanya dirasakan oleh Erwin. Sebagian besar rumah warga di Desa Karya Harapan Mukti kini berdiri kokoh, beberapa bahkan memiliki kendaraan pribadi dan peralatan elektronik modern. Perkembangan itu menjadi bukti bahwa program transmigrasi mampu mengubah taraf kehidupan masyarakat secara signifikan.

Dalam dialog bersama para petani, Viva Yoga menyampaikan bahwa transmigran yang datang pada tahun 1985 dulu bekerja keras membuka lahan kosong hingga menjadi perkebunan produktif. Awalnya mereka bekerja sama dengan perusahaan swasta melalui pola inti plasma, dan setelah kerja sama berakhir, para transmigran mengelola sendiri lahan yang telah menjadi hak mereka.

Viva Yoga menegaskan bahwa paradigma transmigrasi kini tidak hanya menggerakkan penduduk, tetapi diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan warga dan menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru. Di Desa Karya Harapan Mukti terdapat sekitar 1.000 kepala keluarga yang sebagian besar bekerja sebagai petani sawit. Ia menjelaskan bahwa komoditas unggulan transmigrasi berbeda-beda tergantung potensi daerah, seperti cokelat di Sulawesi Tengah dan Sulawesi Barat, serta kelapa di Gorontalo.

Ia menambahkan bahwa pengembangan komoditas unggulan ini ke depannya tidak boleh berhenti di level UMKM. Pemerintah mendorong industrialisasi di kawasan transmigrasi, seperti yang sudah berjalan di Kawasan Melolo, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, dengan berdirinya Pabrik Gula Sumba Manis.

Ia menegaskan bahwa seluruh program ini merupakan bagian dari Asta Cita Presiden Prabowo, khususnya agenda pembangunan dari desa dan dari bawah demi pemerataan ekonomi serta pengentasan kemiskinan

Penulis: Riyan

×
Berita Terbaru Update