Notification

×

Iklan

Iklan

Wamen Transmigrasi Viva Yoga Tinjau Demplot Pertanian dan Perikanan di BPPMT Pekanbaru

Sabtu, 17 Januari 2026 | Januari 17, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-01-18T01:24:50Z
Pekanbaru — Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi mengunjungi Balai Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi (BPPMT) Pekanbaru yang berlokasi di Jalan Raya Pekanbaru–Bangkinang, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau, Jumat (17/1/2026). Kunjungan tersebut bertujuan meninjau berbagai demonstration plot (demplot) pertanian dan perikanan yang menjadi sarana pelatihan calon transmigran.

Kedatangan Wamen Transmigrasi disambut langsung oleh Kepala BPPMT Pekanbaru Ahmad Syahir beserta jajaran pegawai. Setibanya di lokasi, Viva Yoga langsung meninjau demplot budidaya nanas di area belakang balai. Ia turut menanam bibit nanas serta memetik buah nanas yang telah siap panen.

Usai meninjau demplot nanas, Viva Yoga mengamati budidaya ikan sistem bioflok yang menggunakan wadah berbentuk drum plastik berwarna biru. Ratusan ikan terlihat berenang aktif di dalam kolam bioflok tersebut. Ia juga meninjau kandang ayam serta kolam budidaya ikan berukuran hampir sebesar lapangan voli, sekaligus menebar benih ikan ke dalam kolam.

Kepada wartawan, Viva Yoga menjelaskan bahwa seluruh demplot yang ada di BPPMT Pekanbaru merupakan sarana pelatihan bagi calon transmigran sebelum ditempatkan di kawasan transmigrasi. Ia menyebutkan, beberapa waktu lalu sebanyak 20 kepala keluarga calon transmigran asal Provinsi Lampung telah mengikuti pelatihan di balai tersebut.

“Lampung yang dulu menjadi provinsi tujuan transmigran, kini justru menjadi provinsi pengirim transmigran,” ujar Viva Yoga.

Menurutnya, perubahan tersebut menunjukkan bahwa kawasan transmigrasi telah mengalami transformasi dan mampu menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru. Hal ini sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto bahwa program transmigrasi tidak hanya berorientasi pada perpindahan penduduk, tetapi juga fokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Viva Yoga juga mengungkapkan bahwa di Sumatera telah dikembangkan Kawasan Transmigrasi Barelang yang meliputi Batam, Rempang, dan Galang. Di kawasan kepulauan yang berdekatan dengan Singapura dan Malaysia tersebut, Kementerian Transmigrasi akan menempatkan sekitar 1.000 kepala keluarga melalui program transmigrasi lokal (translok).

Di Kawasan Transmigrasi Barelang, berbagai demplot seperti perikanan bioflok ikan nila dan pertanian hidroponik akan diterapkan guna memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat. Selain itu, Kementerian Transmigrasi juga telah membentuk kelompok nelayan serta menyalurkan bantuan kapal penangkap ikan kepada transmigran lokal.

“Meski berada di wilayah kepulauan, transmigran juga kami latih untuk membudidayakan tanaman produktif seperti sayuran dan buah-buahan. Pekarangan rumah didorong menjadi tempat pengembangan tanaman hidroponik untuk mencukupi kebutuhan keluarga,” jelasnya.

Dengan pelatihan pada seluruh demplot tersebut, Viva Yoga berharap para transmigran dapat mandiri dan mampu memproduksi hasil pertanian maupun perikanan untuk kebutuhan pasar. Dari prinsip inilah kawasan transmigrasi diharapkan berkembang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru.

Ia menambahkan, sejak program transmigrasi dimulai pada masa Presiden Sukarno, telah terbentuk 1.567 desa, 466 kecamatan, 116 kabupaten/kota, serta tiga ibu kota provinsi, yakni Papua Selatan, Sulawesi Barat, dan Kalimantan Utara.

“Semua itu merupakan hasil pengembangan dari pergerakan aktivitas program transmigrasi,” pungkasnya.

Sumber:
1. Press Release Kementerian Transmigrasi RI, 17 Januari 2026
2. Keterangan Wamen Transmigrasi Viva Yoga Mauladi kepada wartawan di BPPMT Pekanbaru
×
Berita Terbaru Update