Notification

×

Iklan

Iklan

Wamen Viva Yoga Dukung Industrialisasi Jagung di Kawasan Transmigrasi Mutiara

Jumat, 16 Januari 2026 | Januari 16, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-01-18T01:25:58Z

Jakarta — Wakil Menteri Transmigrasi, Viva Yoga Mauladi, menyatakan dukungannya terhadap pengembangan dan industrialisasi komoditas jagung di Kawasan Transmigrasi Mutiara (Muna Timur Raya), Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara. Dukungan tersebut disampaikan saat menerima audiensi Wakil Bupati Muna, La Ode Asrafil, di Ruang Kerja Gedung C Kementerian Transmigrasi, Kalibata, Jakarta, Kamis (15/1/2025).

Dalam pertemuan tersebut, Wakil Bupati Muna menyampaikan apresiasi atas dukungan Kementerian Transmigrasi terhadap berbagai program pembangunan di Kawasan Transmigrasi Mutiara pada tahun anggaran 2025. “Terima kasih Bapak Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi atas dukungan program kegiatan di tahun 2025,” ujar La Ode Asrafil.

Sejumlah pembangunan yang telah rampung antara lain rehabilitasi gedung sekolah dasar sebanyak lima unit, pembangunan toilet sekolah dasar empat unit, peningkatan jalan poros UPT Pohorua sepanjang 2,5 kilometer, serta peningkatan jalan di SP Raimuna sepanjang 1,7 kilometer. Seluruh pembangunan tersebut kini telah dimanfaatkan oleh masyarakat setempat.
Selain menyampaikan capaian pembangunan, La Ode Asrafil juga mengusulkan dukungan program pengembangan kawasan transmigrasi untuk tahun anggaran 2026. Program yang diusulkan meliputi pembangunan jembatan, talud, jalan penghubung antarwilayah, serta jalan lingkungan.

Kawasan Transmigrasi Mutiara meliputi lima kecamatan, yaitu Maligano, Wakorumba, Pasir Putih, Pasikolaga, dan Batukara, dengan jumlah penduduk mencapai 25.375 jiwa. Kawasan yang dibuka sejak tahun 2010 tersebut memiliki posisi strategis karena berada di jalur transit penghubung Buton Utara, Buton, dan Kota Bau-Bau menuju Kendari sebagai ibu kota Provinsi Sulawesi Tenggara. Jalur ini dilalui jalan nasional dan didukung moda transportasi kapal feri serta bus Damri.

Wamen Viva Yoga mengapresiasi perkembangan kawasan transmigrasi tersebut. Menurutnya, status lahan di Kawasan Mutiara tergolong clear and clean sehingga tidak terdapat persoalan sengketa. Hingga saat ini, sertifikasi lahan telah mencapai 858 bidang.

Viva Yoga juga mendorong pengembangan berbagai komoditas unggulan di kawasan tersebut, seperti jagung, kelapa, pisang, sapi bali, dan ayam. Berdasarkan data yang disampaikan, produksi jagung di lahan seluas 517 hektare mencapai 1.262,50 ton dan telah dipasarkan hingga Makassar, Sulawesi Selatan. Sementara itu, produksi kelapa dari lahan seluas 1.938,90 hektare mencapai 1.850 ton, serta populasi sapi bali sebanyak 4.633 ekor dengan produksi daging mencapai 7.040 kilogram.
Terkait keluhan peternak ayam petelur dan pedaging mengenai mahalnya harga pakan, Viva Yoga mengusulkan pembangunan industrialisasi atau rumah produksi pakan ternak di Kawasan Transmigrasi Mutiara. Menurutnya, ketersediaan jagung yang melimpah menjadi potensi besar untuk mendukung industri pakan ternak lokal.

“Industrialisasi atau rumah produksi pakan ternak perlu dibangun untuk mendukung pengembangan peternakan. Bahan baku jagung tersedia melimpah, sementara pakan yang selama ini didatangkan dari Makassar bahan dasarnya juga berasal dari Mutiara,” jelasnya.

Melihat potensi tersebut, Viva Yoga menegaskan komitmen Kementerian Transmigrasi untuk mendukung pengembangan Kawasan Transmigrasi Mutiara sebagai kawasan pertumbuhan ekonomi baru di Sulawesi Tenggara guna meningkatkan kesejahteraan transmigran dan masyarakat sekitar.
×
Berita Terbaru Update