Pontianak — Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XII menyelenggarakan Borneo Heritage Forum dengan tema “Merajut Budaya dalam Tradisi dan Peninggalan Arkeologi” pada Kamis, 05 Februari 2026. Kegiatan yang berlangsung pukul 08.00 hingga 12.00 WIB ini digelar di Aula Kantor Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII.
Forum tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII, Juliadi, S.S., M.Sc., yang juga bertindak sebagai pemateri utama. Dalam paparannya yang berjudul “Bukti Awal Budaya di Kalbar: Berdasarkan Tinggalan Arkeologi”, Juliadi menekankan pentingnya pemahaman terhadap tinggalan arkeologi sebagai dasar penelusuran sejarah dan identitas budaya masyarakat Kalimantan Barat.
Mengawali pemaparan, Juliadi memperkenalkan peran dan fungsi Balai Pelestarian Kebudayaan, sekaligus menguraikan sejumlah cagar budaya dan temuan arkeologi yang tersebar di Kalimantan Barat. Temuan-temuan tersebut, menurutnya, menjadi bukti awal keberadaan dan perkembangan budaya masyarakat sejak masa prasejarah hingga periode sejarah, yang masih memiliki keterkaitan dengan tradisi yang hidup hingga kini.
“Warisan arkeologi bukan sekadar peninggalan masa lalu, tetapi merupakan sumber pengetahuan yang dapat memperkuat kesadaran budaya dan jati diri masyarakat,” ungkapnya di hadapan peserta forum.
Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah akademisi dari IAIN Pontianak, di antaranya Prof. Dr. Faizal Amin, S.Ag., M.Ag. selaku Ketua Program Studi Doktor Studi Islam Pascasarjana IAIN Pontianak, Dr. Patmawati, M.Ag. (Dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam sekaligus Ketua Borneo Heritage Forum), serta Dr. Juniawati, S.Sos.I., M.Soc.Sc. (Sekretaris kegiatan dan Dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam).
Selain itu, forum ini juga diikuti oleh dosen-dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam (FDKI), dosen Fakultas Ushuluddin dan Adab, serta dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam. Kehadiran peserta lintas fakultas tersebut menunjukkan tingginya perhatian akademisi terhadap isu pelestarian budaya dan pemanfaatan warisan arkeologi dalam kajian keilmuan yang multidisipliner.
Melalui Borneo Heritage Forum ini, diharapkan terjalin sinergi antara akademisi dan lembaga pelestarian budaya dalam rangka memperkuat upaya pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatan warisan budaya Kalimantan Barat secara berkelanjutan, sekaligus menjadikannya sebagai sumber pembelajaran dan inspirasi bagi generasi mendatang.