Notification

×

Iklan

Iklan

Polda Kalbar Gandeng Media untuk Tekan Angka Kecelakaan Lewat Operasi Keselamatan Kapuas 2026

Senin, 02 Februari 2026 | Februari 02, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-02-02T08:15:24Z

PONTIANAK — Kepolisian Daerah Kalimantan Barat (Polda Kalbar) memperkuat sinergi dengan awak media guna meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya tertib berlalu lintas. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan temu kemitraan yang dirangkaikan dengan sosialisasi pelaksanaan Operasi Keselamatan Kapuas 2026, yang digelar di salah satu rumah makan di Kota Pontianak, Senin (2/2/2026).


Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas yang masih tergolong tinggi di wilayah Kalimantan Barat. Operasi Keselamatan Kapuas 2026 dijadwalkan berlangsung selama 14 hari, mulai 2 hingga 15 Februari 2026, dengan fokus pada tindakan preemtif, preventif, serta penegakan hukum terhadap pelanggaran yang berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.


Kabid Humas Polda Kalbar, Kombes Pol Bambang Suharyono, S.I.K., M.H., mengungkapkan bahwa sepanjang tahun 2025 tercatat 1.378 kasus kecelakaan lalu lintas di Kalbar, yang mengakibatkan 421 korban meninggal dunia. Menurutnya, keselamatan berlalu lintas bukan hanya kewajiban hukum, tetapi juga kebutuhan dasar masyarakat.


Angka-angka ini bukan sekadar statistik. Di balik setiap angka, ada nyawa yang hilang dan keluarga yang berduka. Melalui Operasi Keselamatan Kapuas 2026, kami ingin menciptakan kondisi Kamseltibcarlantas yang aman dan nyaman, terutama menjelang Operasi Ketupat 2026,” ujarnya.


Sementara itu, AKBP Ricky, selaku Kabagbin Ops Dit Lantas Polda Kalbar sekaligus Kapusdal Opsda Operasi Keselamatan Kapuas 2026, menjelaskan bahwa operasi ini melibatkan 765 personel yang disebar di seluruh jajaran Polda Kalbar.


Ia menegaskan bahwa meskipun operasi mengedepankan pendekatan edukatif dan persuasif, aparat tidak akan ragu menindak pelanggaran secara tegas, profesional, dan humanis. Penindakan akan difokuskan pada pelanggaran berisiko tinggi, seperti penggunaan sirine dan rotator ilegal, plat nomor tidak sesuai ketentuan, knalpot brong, pelanggaran dimensi kendaraan angkutan, serta penggunaan kendaraan yang tidak sesuai peruntukannya.

Kami mengedepankan edukasi kepada masyarakat, namun penegakan hukum tetap dilakukan demi keselamatan bersama. Seluruh personel juga diingatkan untuk menjadi teladan di jalan raya dan memperkuat sinergi dengan stakeholder terkait,” tegas Ricky.

Polda Kalbar berharap Operasi Keselamatan Kapuas 2026 dapat meningkatkan kesadaran publik secara signifikan menjelang periode padat Idul Fitri 1447 H. Kepolisian juga mengajak media massa untuk berperan aktif dalam menyampaikan pesan keselamatan lalu lintas secara kreatif, agar lebih mudah diterima oleh generasi muda dan masyarakat luas.



×
Berita Terbaru Update